SEKDA SUAIB HEARING DI DPRD MAMUJU : KURANGI PERAWAT KENAIKAN UPAH BISA DITERAPKAN Editor : MUHAMMAD DAVI E

Editor : MUHAMMAD DAVI EMALDA

Laporan : Awal & HMS-AR

*) Baca/ tonton juga : http://lapornews.com/2018/12/03/apa-yang-terjadi-dengan-stok-bensin-di-mamuju/

( Surat Edaran Rumah Sakit Daerah Mamuju Kepada Para Perawat Honore dan PNS )

Surat Edaran DPD Persatuan Perawat Nasional Kab. Mamuju

Mamuju, LAPORnews.com – Menyusul aksi unjuk rasa tenaga honorer perawat ( Kamis, 6/ 12/ 2018l ), Hearing ( Rapat Dengar Pendapat ) yang dipimpin Ketua Hj. St. Suraidah dihadiri anggota DPRD Mamuju bersama pemkab Mamuju diwakili Sekda H.Suaib, mengulang kembali jawaban yang sama saat diucapkan saat menerima aspirasi para perawat di Kantor Bupati ” Jumlah tenaga Honorer termasuk perawat sudah melebihi kapasitas yang dibutuhkan, sangat berat menaikkan upah dikarenakan kondisi keuangan daerah tidsk mampu,” tandas Suaib

Dalam wakru dekat akan ada PPPK ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ).
Silahkan dimanfaatkan bagi tenaga honorer dan mendaftar dimana hak tenaga honoret mirip dengan pegawai, termasuk upah. Harap sabar agar sinkron dengan kebijakan PP 49 soal PPPK.

DIketahui, rapat hearing memcapai tengah malam. Sejumlah anggota dewan ( Ado mas’ud Syamsuddin Hatta, Raliati S Malio, Masram Jaya, Yuslifar Yunus ) terus mendesak Sekda agar pemkab Mamuju membuat keputusan tidak laniut karena kuatir dengan berkepanjangan atas mogok kerja para perawat, masyarakat menjadi korban

Sesuai dengan penjelasan salah satu tenaga perawat dihadapan anggota DPRD Mamuju yang mengatakan kesediaan mereka untuk dilakukan rasionalisasi jumlah perawat, Suaib menekankan itulah salah satu jalan jika memangkenaikan upah tersebut harus dilakukan, asumsinya dari analisis kebutuhan untuk tenaga perawat kita hanya perlu mengakat 140 orang, namun kenyataannya sekarang jumlahnya jauh diatasitu, jadi kalau kita bias kurangi jumlahnya kenaikan upah bukanlah hal yang mustahil, jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*