PENYALURAN KUR CABANG BANK SULSELBAR MAMUJU : MASYARAKAT TUDING TERINDIKASI TERJADI PEMBOHONGAN PUBLIK

0
59
Jpeg

Pemerintahan lewat Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah menbidik pengusaha kecil untuk mendapatkan KUR dan menetapkan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2016 yang lalu dan salah satu isinya adalah penurunan suku bunga dari sebelumnya 12 % menjadi 9 % yang di berlakukan pada 4 Januari 2016.

Ia juga  menerangkan, bahwa KUR adalah kredit, INI BUKAN BANTUAN PEMERINTAH. INI UANG BANK, BUKAN UANGNYA PEMERINTAH, HANYA PEMERINTAH DISITU MEMBERIKAN SUBSIDI BUNGA BANK. ITU ADALAH UANGNYA BANK BERASAL DARI UANG NASABAH. jadi semua kredit harus di pertanyakan karena ada aspek kesanggupan pembayarannya dan kredit ini seperti kredit pada umunya harus sanggup membayar selain itu kami juga pihak bank harus memikirkan keuntungan. “Kata Ari”.

Mamuju, LAPORnews.com – Penyaluran KUR, pemerintah menerapkan aturan di mana pinjaman KUR di bawah Rp 25 juta tanpa harus menyerahkan agunan. Dan begitu pula yang disampaikan Pimpinan Cabang Utama Bank Sulselbar Mamuju Aras Tusding, saat mengelar sosialisasi di Ballroom d’Maleo Hotel Mamuju, Jl. Yos Sudarso, Kota Mamuju Sulbar, Kamis (3/8/2017) yang di hadiri puluhan masyarakat para pelaku Usaha Ekonomi Kreatif di Mamuju.
Lanjut Aras Tusding, dalam paparan sosialisasinya tentang penyaluran KUR mengatakan, berharap pada masyarakat para pelaku ekonomi kreatif dapat berkembang dan lebih maju lagi usahanya. Dan ia juga katakan mudah – mudahan para pelaku usaha mikro di wilayah Sulbar berbondong – bondong ke-Bank Sulselbar untuk mencairkan kredit usahanya. Hal tersebut kebijakan pemerintah dan sosialisasi yang di lakukan Bank Sulselbar Mamuju hanya menjadi berita menyenangkan di kalangan masyarakat luas di Republik ini utamanya di Wilayah Mamuju Sulbar.
Hingga masyarakat lemah ekonomi bawah, menuding kalau ini hanyalah pembohongan publik saja. karena prateknya di lapangan berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh Pimpinan Cabang Utama Bank Sulselbar saat mengelar sosialisasi d’Hotel Maleo Mamuju.
Terbuktinya, salah satu calon nasabah, bernama Asmin warga Desa Tappalang Barat Kec. Simboro Kab. Mamuju mengeluhkan pelayanan bagian marketing penyalur KUR di Bank Sulselbar Mamuju, sebab di saat mengajukan berkas permohonan bantuan dana tersebut. masih dengan cara berbelit – belit dengan memberikan berbagai alasan dan pertanyaan – pertanyaan seperti : 1. Mau diapakan ini uang sebesar Rp.25 juta,.? 2. Berapa kemampuan membayarnya ..? dan 3. Apa saja yang mau dibelanjakan..?” Ucapan dari pertanyaan  marketing Bank Sulselbar”.

Kemudian, ada seorang oknum dari pihak Bank sempat mengatakan kepada masyarakat lemah pelaku usaha, dikatanya : “Kenapa tidak bermohon saja ke provinsi Kalimantan ?

Padahal diketahui, masyarakat Calon Nasabah peminjam KUR ini adalah warga Sulbar. Apakah begini etika Pelayanan kepada masyarakat kecil calon peminjam KUR ?

Karena ucapan dari kata – kata yang terucap dari Oknum Bank iru kurang berkenaan di hati masyarakat tersebut, sebab dianggap pertanyaan yang kurang etis di sampaikan terhadapnya yang hingga merasa naik pitam (jengkel) kepada oknum tersebut.

Hasil wawancara pihak Bank SulSelBar yang penuh dengan berbagai alasan pertanyaan yang memojokkkan dan merendahkan pada masyarakat.

Alhasil berkas pemohon dana KUR ternyata di tolak kerkasnya sebab dianggap tidak layak diberikan bantuan dana, dan dikwatirkan tidak mampu melakukan pengembalian dana tersebut.

Selanjutnya awak media ini menemui Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Mamuju di kantornya dan dikonfirmasi terkait penyaluran Dana KUR yang secara berbelit – belit sesuai laporan sumber yang sampaikan terhadap wartawan. Tetapi malah Pimpinan Bank tersebut, menolak di konfirmasi, sehingga dianggap tidak koperatif dan ia hanya mengatakan silahkan temui bagian Humasnya.

Setelah di temui bagian Humas Bank SulSelBar Cabang Mamuju, sama saja ternyata tidak bisa juga memberikan keterangannya dan penjelasannya, malah memanggilkan bagian marketingnya berinisial “ARI” untuk memberikan penjelasan terkait Penyaluran Dana Kur Tersebut.

Ari mengatakan pada awak media dengan belagak Sok hebat dan pintar ucapannya dan bertanya kepada Wartawan,, Apa Itu KUR.? Jawab wartawan ini, refleks Kredit Usaha Rakyat.

Kemudian Ari paparkan penjelaskan lebih lanjut,

ucapnya, bahwa namanya KREDIT, “itu berarti dana yang digunakan untuk Usaha” dan kalau minjam uang di bank pastinya itu ditanya untuk apa itu dana Rp.25 juta dan semua masyarakat peminjam dana KUR memang harus dipertanyakan. “Aku Ari selaku bagian pemasaran Cabang Bank Sulselbar Mamuju”.
Ia juga  menerangkan, bahwa KUR adalah kredit, INI BUKAN BANTUAN PEMERINTAH. INI UANG BANK, BUKAN UANGNYA PEMERINTAH, HANYA PEMERINTAH DISITU MEMBERIKAN SUBSIDI BUNGA BANK. ITU ADALAH UANGNYA BANK BERASAL DARI UANG NASABAH. jadi semua kredit harus di pertanyakan karena ada aspek kesanggupan pembayarannya dan kredit ini seperti kredit pada umunya harus sanggup membayar selain itu kami juga pihak bank harus memikirkan keuntungan. “Kata Ari”.

Selain itu, dalam proses pengimputan data pemohon dana KUR yang di terima berkasnya harus dilakukan baycheking dan setelah itu di kirim permohonannya ke-Kementrian dan kalau sudah ada persetujuan dari kemetrian,  barulah di terima berkasnya dan di survei kemudian diproses sampai pencairan dananya tapi itu kalau di nyatakan layak usahanya di bantu. “Ucap pihak Bank, mlaluimpaparan Ari”
Artinya, berdasarkan hal tersebut, aturan pemerintah sendiri dilanggar dan dibenturkan oleh pihak Bank SulSelBar dan  para pelaku UMKM telah pupus harapannya untuk mendapatkan bantuan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan sangat kecewa serta mengeluhkan masalah ini, sebab berkas permohonannya mereka yang diajukan ke- Cabang Bank Sulselbar Mamuju telah gugur dan tidak bisa mendapatkan dana bantuan tersebut. serta pada akhinyar masyarakat mengategorikan bantuan ini hanya di peruntukan bagi orang – orang mampu saja dan bukan orang tidak mampu. “ Ungkap Masyarakat pelaku usaha kecil yang pupus harapannya”
Dan olehnya itu masyarakat, pelaku usaha menengah kecil yang ada diwilayah Kab.Mamuju provinsi Sulawesi Barat meminta pada pemerintah terkait khususnya Mentri Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Mentri Keuangan agar dapat melakukan peninjauan ulang dan pemeriksaan di Cabang Bank Sulselbar Kota Mamuju Prov. Sulawesi Barat terkait ‘ Terindikasi Penyaluran Bantuan Dana KUR yang dianggap penyalurannya tidak efektif’. Yang mana hal ini pun membuat masyarakat kurang mampu kesal dan kecewa atas perilaku dan kebijakan yang di berlakukan di Bank Sulsebar Mamuju.
Bila mana ada temuan pelanggaran yang di dapatkan dari oknum – oknum tertentu di Bank Sulselbar Mamuju, agar dapat di berikan sanksi yang seberat – beratnya, atau diberhentikan (dari jabatannya) sebagai pegawai Bank Sulselbar Mamuju, sebab dianggap merusak citra pemerintah. dan demi mempertanggung jawabkan perbuatannya, agar hal tersebut tidak terulang lagi kembali dimasa depan.

*) Baca/ tonton : http://lapornews.com/2018/05/04/wakil-bupati-mengingatkan-kafilah-mamuju-saat-melepas-ke-mtq-tingkat-provinsi-jaga-kesehatan/

*) Baca/ tonton : http://lapornews.com/2018/05/04/siswa-sd-akui-usbn-lebih-mudah-dihadapan-bupati-mamuju/

Editor.    : Abangda

Laporan : Ammank 007 ( ID 061704018)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/lapornew/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here