Indonesia Tahun 2013 Lalu : Cina – Malaysia Bangun Sawah Terpadu Investasi 20,3 Trilyun Di Indonesia

(Foto Istimewa)

LAPORnews.com – Disaat ini sejak awal tagun 2018, kita masyarakat Indonesia mendengar bahwa pemerintah Indonesia  Kementerian terkait urusan Ekspor Beras  sangat ngotot melakukan Eksport Beras, bahkan disaat masyarakat petani di Indonesia umumnya sedang melakukan panen raya dengan alasan menjaga harga komoditi jual beras dalam negeri. Tetapi, ternyata eh ternyata, diluaran sanan malah sebaliknya berfikir dengan Kementerian terkait yang mengekspor beras yang begitu ngototnya. Mereka yang bisa juga disebut kelompok agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November mendatang di Indonesia. Investasi dananya luarbiasa mencapai US$ 2 miliar (Rp 20,3 triliun). Perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik.

(Foto Istimewa)

Terlansir dari Malaysia Chronicle, Senin (22/7/2013) tahun lalu, perusahaan perkebunan China Liaoning Wufeng Agricultural telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Malaysian Amarak Group dan perusahaan lokal Indonesia, Tri Indah Mandiri.

(Foto Istimewa)

Wufeng merupakan pemodal utama dalam rencana pengembangan dan pengolahan padi dan kedelai di Subang, Jawa Barat, Indonesia. Amarak diketahui berkontribusi sebesar 20% dari investasi awal di tanah air tersebut. Sebuah laporan menyatakan jumlah investasi tersebut bisa berkembang mencapai US$ 5 miliar (Rp 50,8 triliun).

CEO Wufeng, Ma Dian Cheng mengatakan perusahaannya akan segera mendirikan anak perusahaan lokal lain atas nama Wufeng di dalam negeri. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengadaan beberapa fasilitas proses pengolahan beras terpadu dengan Amarak.

Dikatakan Ma, 80% dari produksi kelompok perusahaan tersebut akan memenuhi pasar Indonesia. Perusahaan tersebut diketahui akan memproduksi cuka dan minyak dari olahan padi.

Setelah ekstraksi minyak, sekam akan dibakar dan bisa menghasilkan listrik untuk keperluan penggilingan padi. Sementara hasi penggilingan padi dengan silika sendiri dapat digunakan untuk manufaktur ban.

“Dengan fasilitas pengolahan kami, tak ada satupun yang terbuang. Kami adalah perintis dari berbagai teknologi di China dan kami ingin berbagi manfaat teknologi tersebut pada Indonesia,” jelas Ma.

Selanjut menjelaskan, investasi di Indonesia dapat berkisar di harga US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar yang diperuntukan bagi berbagai penelitian teknis.

Tri Indah sendiri tengah bekerja sama dengan para petani lokal guna menyiapkan 50 ribu hektare (ha) lahan percobaan di Jawa Barat.

Perusahaan Ma akan berkolaborasi dengan sejumlah universtias lokal untuk mengembangkan teknologi pengolahan padi dan menghasilkan beras berkualitas tinggi.

Sementara Wufeng berencana mengimpor sebagian besar mesin pengolahannya dari China dan menggeser semua mesin lokal yang ada. Ma memastikan kualitas mesinnya lebih baik daripada yang ada di Indonesia.

Sejak didirikan pada 2000, Wufeng memiliki 24 lahan dan 2 ribu karyawan di provinsi Liaoning, China. Perusahaannya terus gencar melakukan perluasan bisnis ke Thailand, Vietnam, Kamboja dimana banyak padi ditanam untuk memasok kebutuhan beras di kawasan China daratan.

Proyek di Indonesia akan menjadi usaha patungan Wufeng yang pertama dan diharapkan dapat memenuhi pasar luar negeri. Direktur Amarak Saadiah Osman mengatakan, usaha patungannya tersebut akan menyediakan modal untuk menggarap lebih dari satu juta hektare lahan persawahan di Indonesia.

Ma mengatakan rencananya untuk tinggal di Indonesia dalam waktu lama mengingat investasi agrikultur membutuhkan kesabaran untuk memperoleh return.

“Kami akan tinggal di Indonesia, karena negara ini pun menyambut baik niat kami,” ujar Ma. Dari penawaran saham perdananya pada publik di Shanghai atau Hong Kong tahun ini, dia berencana menambah investasinya sebesar US$ 1 miliar.

* Bagus juga dibaca : http://lapornews.com/2018/02/13/proyek-hibah-tercepat-di-indonesia-pembangunan-plts-karampuang/

* Bagus juga dibaca : http://lapornews.com/2018/02/12/pitung-ternyata-bukan-nama-orang/

* Bagus juga dibaca : http://lapornews.com/2018/02/13/dijual-mobil-terbang-didunia-nyata/

Bagus juga dibaca : http://lapornews.com/2018/02/09/hpn-ke-70-padang-terasa-lebih-istimewa-dan-tersanjung-daripada/

Editor.       : Abangda

Sumber.    : net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.