HPN Ke-70 Padang Terasa Lebih Istimewa dan Tersanjung

 

 

 

 

 

 

VID-20180209-WA0055

 

Oleh : KOMPOL HENGKI ISMANTO, S.I.K

 

 

Padang, LAPORnews.com –  Hari Pers Ke – 70 dikota Padang terasa sangat Istimewa dibandingkan tempat tempat lainnya.

Menghadapi wartawan di sela-sela tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia rupanya memberikan kesan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Pantai Cimpago, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/2) pagi.

“Saya sering ingat kalau pas dicegat door stop 80-90 wartawan. Pertanyaannya tidak 1, banyak sekali dan pertanyaannya sulit-sulit semuanya karena ditembak langsung pada saat yang kita sering tidak siap,” ujar Presiden Jokowi.

Bahkan baru dikota Padang inilah Hari PERS mendapatkan sanjungan setinggi langit dari seorang nomor 1 di Indonesia yaitu Presiden Jokowidido dikarenakan  bertukar peran jabatan. Pak Presiden Jokowidodo menjadi wartawan dan Wartawab Senior 40 tahun dari Surabaya bernama Muhammad Yusri Nur ‎Raja Agam. Dialog pertanyaan pun terkesan serius tetapi mengandung kelucuan…. Dialog dialog bertukar peran jabatan antara Presiden ke -7 Jokowidodo  dan wartawan senior Surabaya di Hari Pers Nasional Ke – 70 di kota padang :

Jkw : Muhammad Yusri Nur Raja Agam, waduh ada rajanya juga ini.

Yusri : wartawan di surabaya baru 40 tahun.

Jkw : berarti anak buahnya pakde karwo

Yusri : baik bapak saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan?

Jkw : gini‎ bapak kan punya menteri 34, menteri mana yang menurut bapak anggap paling penting?

Yusri : sebenarnya semua penting, tapi yang paling penting,

Jkw : ini politis banget (disambut tawa)

Yusri : menteri yang bisa presidennya nyaman.

Jkw : berarti menteri yang dianggap paling penting yg mana? To the poin aja pak? Bapak jangan muter-muter aja gitu, bapak tadi muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep.

Yusri : baik, menteri yang mengurusi wartawan.

Jkw : berarti yg anggap penting menteri?

Yusri : yg mengurusi wartawan

Jkw : menteri apa itu?

Yusri : kalau sekarang namanya kominfo,

Jkw : bapak anggap paling penting, kenapa?

Yusri : supaya informasi disampaikan mulai dari kota sampai ke desa, semua menerima informasi dan komunikasi. Termasuk informasi politik

Jkw : begini, blak-blakan saja, saya sering sekali kadang sebal, kadang jenggel, pertanyaan diawal itu enak-enak, sampai ke tengah ditanya yg sulit2, nah sekrng saya tanya ke pak presiden, media apa yang paling menyebalkan, yang bapak sering jengkel. Jawab blak2an pak presiden,

Yusri : media abal-abal

Jkw : tdak ada dilikungan istana media abal-abal, ‎medianya resmi semuanya, tapi banyak yg menyebalkan, sampaikan apa adanya, yg mana pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, bapak kan apal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa.

Yusri : yang paling menyebalkan itu rakyat merdeka. (sambut tawa)

Jkw : pak presiden ini blak2an seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa bapak presiden, kenapa rakyat merdeka

Yusri : ya kalau rakyatnya merdeka kan pemimpinnya yg susah,

Jkw : pemimpinnya susah maksudnya gimana?

Yusri : kalau merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal aturan kemerdekaan.

Jkw : ya terimakasih pak Yusri, skr ganti lagi, presidennya saya. Saya berikan sepeda satu.

Saya senang sekali pak yusri tadi blak2an banget, langsung to the poin rakyat merdeka.

* Baca juga : http://lapornews.com/2018/02/07/6123/

* Baca juga : http://lapornews.com/2018/02/07/7-revisi-sk-bupati-mamuju-selesaikan-polemik-perdagangan-gabah/

Editor.    : Abangda

Sumber : net/ Seskab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.