Alfamart Bantah Donasi Konsumen Jadi Dana Kampanye Politik

Alfamart Bantah Donasi Konsumen Jadi Dana Kampanye Politik

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 19:52 WIB

Alfamart Bantah Donasi Konsumen Jadi Dana Kampanye Politik

Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (tengah) berbincang dengan Senior EVP Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans (kiri) dan Direktur Corporate Affair Alfamart Solihin ketika peluncuran pembayaran iuran BPJS Kesehatan kerjasama Bank Mandiri dengan Alfamart di Gerai Alfamart Kawasan Cempaka Putih, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Kediri – Manajemen toko swalayan Alfamart membantah tuduhan bahwa donasi yang dikumpulkan dari konsumennya disalurkan untuk kelompok agama tertentu dan kampanye politik.

“Donasi kami salurkan ke sejumlah yayasan kredibel yang diketahui publik. “Semuanya bisa dilacak dan terbuka untuk diketahui masyarakat,” kata Regional Manager Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT), M Faruq Asrori pada Minggu 18 Desember 2016.

Faruq Asrori mengatakan penyebaran informasi di media sosial ihwal program donasi Alfamart telah dipelintir pihak tertentu.

Program Donasi-Ku yang dijalankan,  kata Faruq dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya.

Lembaga yang mengelola dana itu adalah Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Yayasan Berani Bhakti Indonesia, Habitat for Humanity, Yayasan Relawan Kampung Indonesia, dan Yayasan BM Cinta Indonesia.

Sepanjang tahun 2015, perusahaan ini telah menyalurkan donasi konsumen lebih dari Rp 33 miliar untuk membiayai 9 program bersama lembaga tersebut.

Faruq menjelaskan beberapa kegiatan yang didanai konsumen Alfamart sepanjang tahun 2016 antara lain pemberian 20.000 paket perlengkapan sekolah berisi alat tulis, tas, dan seragam kepada siswa-siswi sekolah dasar.

Program lain yang menggandeng Yayasan Habitat for Humanity di bulan Maret 2016, dengan menghimpun donasi konsumen sebesar Rp 2,1 milyar diperuntukkan membangun 57 rumah layak huni serta pelatihan rumah sehat dan pelatihan pengelolaan keuangan bagi 114 keluarga prasejahtera di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Program bertajuk Rumah untuk Indonesia ini bahkan telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir dan membangun 163 rumah di Surabaya, Medan, Tangerang, Semarang, dan Batam

Di bidang kesehatan, PT SAT juga menjalankan program Bright Eyes Bright Future berupa penyaluran bantuan 10.000 kacamata minus bagi pelajar prasejahtera di tanah air yang menelan anggaran Rp 3,9 miliar.

Program ini bahkan sempat menuai apresiasi dari Museum Rekor Indonesia atas rekor pemrakarsa kacamata mibus terbantak di Indonesia saat menggandeng Yayasan Berani Bhakti Bangsa pada tahun 2015 dengan penyaluran 32.007 kacamata bagi 95.457 siswa di sejumlah daerah. “Jadi tidak benar kalau donasi konsumen itu untuk membiayai kegiatan politik atau agama tertentu,” kata Faruq.

Terakhir, perusahaan ini menginisiasi program Alfamart Class di SMKN 2 Kediri untuk menyiapkan lulusan sekolah yang siap mengelola usaha ritel modern. Upaya ini untuk mengeliminir lulusan SMK yang kebanyakan hanya menggeluti bidang pekerjaan sales karena minimnya pengetahuan dan skill tentang manajemen ritel.

HARI TRI WASONO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.